Masyarakat di Malang akan mengaktifkan kembali budaya leluhur bangsa indonesia.

0
IMG-20260801-WA0312

Malang, INTERNASIONALPOS.COM.

Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Siap Digelar di Malang  Menguatkan Jati Diri Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, Sabtu (01/08).

Hidupkan Kembali Kearifan Leluhur Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 Hadir di Malang, Gali Jejak Peradaban Sebagai Fondasi Indonesia Emas 2045

Sebuah langkah besar untuk melestarikan dan mengangkat kembali harta karun budaya bangsa akan segera terwujud.

Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 resmi akan digelar pada Sabtu, 08 Agustus 2026, bertempat di Pendopo Kabupaten Malang, Jl. Merdeka Timur No. 3, Kota Malang, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan bersejarah ini diselenggarakan oleh Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK) bekerja sama dengan Asosiasi Yuris dan Advokasi Hak Asasi Manusia, dengan mengusung tema yang penuh makna:

“Menguatkan Jati Diri Bangsa, Merawat Peradaban”

Tujuan Kongres, Kongres ini hadir dengan satu misi mulia: menggali jejak-jejak peradaban kebudayaan Nusantara sebagai fondasi nilai dan kearifan luhur bangsa, guna mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045.

Di tengah arus globalisasi yang kian deras, upaya ini menjadi penegas bahwa identitas dan akar budaya bangsa tidak boleh hilang tertelan zaman.

“Kebudayaan adalah jati diri bangsa. Tanpa akar budaya yang kuat, kita akan kehilangan arah. Melalui kongres ini.

Kita merawat warisan leluhur agar menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap panitia penyelenggara.

Deretan Tokoh yang Hadir, Acara ini akan dimeriahkan oleh deretan pembicara dan narasumber berkualitas, antara lain:

Kategori Pembicara
A. Orasi Kebudayaan — Keynote Speech • Presiden Republik Indonesia • Menteri Kebudayaan Republik Indonesia
B. Narasumber • DR. Bambang Noorsena, S.H., M.A. • Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd. • Irjen. Pol. R. Ahmad Nurwakhid, S.E., M.M.

Kehadiran tokoh-tokoh penting ini diharapkan melahirkan gagasan strategis yang tidak hanya melestarikan budaya.

Tetapi juga mengangkatnya menjadi kekuatan pemersatu bangsa dan fondasi pembangunan nasional.

Penyelenggara mengundang seluruh elemen masyarakat, tokoh budaya, sejarawan, pelajar, mahasiswa, hingga generasi muda untuk turut hadir dan berpartisipasi aktif.

Sebab, merawat peradaban bukan tugas segelintir orang saja, melainkan tanggung jawab kita semua sebagai anak bangsa.

“Mari bersama-sama menguatkan jati diri bangsa, merawat peradaban leluhur, dan melangkah berdiri tegak menuju Indonesia Emas 2045 yang berakar pada kearifan Nusantara,” ajak penyelenggara.

(Gadis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *