KKN MAHASISWA UIN JAKARTA GALI POTENSI DESA KAYU BONGKOK, PETA DIGITAL JADI TEROBOSAN.
Tangerang, INTERNASIONALPOS.COM.
Kehadiran mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kayu Bongkok, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik.
Para mahasiswa mencoba meninggalkan program yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah satunya melalui pembuatan Peta Desa Kayu Bongkok, yang memuat gambaran geografis dan infrastruktur wilayah desa.
Raihanul Aiman Alparos, mahasiswa Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Mengatakan bahwa peta desa tersebut merupakan salah satu program kerja KKN swadaya yang diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan.
Menurut Raihanul, masih adanya masyarakat yang belum memiliki akses terhadap data digital menjadi salah satu alasan pentingnya menghadirkan informasi geografis desa dalam bentuk yang lebih mudah diakses.
“Peta desa ini merupakan salah satu program kerja KKN swadaya untuk menunjang bagaimana infrastruktur dan bentuk fisik wilayah, termasuk letak geografis Desa Kayu Bongkok.
Dapat diketahui masyarakat,” ungkapnya saat ditemui media belum lama ini.
Ia menegaskan, program tersebut bukan hanya menghasilkan sebuah peta sebagai pelengkap kegiatan KKN.
Lebih jauh, peta diharapkan dapat menjadi data visual desa yang berguna bagi masyarakat dan dapat mendukung kebutuhan informasi mengenai wilayah Desa Kayu Bongkok.
Menariknya, peta tersebut juga dilengkapi QR Code sehingga masyarakat dapat mengakses informasi geografis yang telah dirancang secara digital.
Perancangan dilakukan menggunakan aplikasi ArcGIS.
Langkah ini dinilai menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam penyediaan informasi desa.
Data mengenai wilayah tidak hanya disimpan dalam bentuk konvensional, tetapi mulai diarahkan agar dapat diakses secara digital.
Selain memiliki fungsi informatif, peta Desa Kayu Bongkok juga diharapkan menjadi dokumentasi dan kenang-kenangan dari mahasiswa KKN bagi masyarakat.
Setempat maupun para pendatang yang ingin mengenal kondisi geografis desa.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan KKN dapat diarahkan.
Untuk menghasilkan karya yang tidak berhenti ketika masa pengabdian mahasiswa berakhir.
Peta desa diharapkan tetap dapat dimanfaatkan dan dikembangkan sehingga memberikan dampak berkelanjutan bagi Desa Kayu Bongkok.
Kini, tantangannya tinggal bagaimana hasil pemetaan tersebut dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan secara maksimal.
Sehingga tidak sekadar menjadi produk KKN, tetapi benar-benar menjadi bagian dari kebutuhan informasi dan pembangunan Desa Kayu Bongkok.
(Abd)