Pemerintah Nepal belum mengumuman Kejadian luar biasa Di Himalaya
Jakarta, INTERNASIONALPOS.COM.
Sekitar 562 jiwa korban banjir menghatan suatu propinsi Nepal, dengan perbatasan dengan China, Minggu (30/08).
Ada sekitar 347 jiwa wisatawan yang hilang saat di hatam banjir yang menimpah propinsi Nepal.
Saat ini Pemerintah Nepal saat upaya cari korban yang hilang, saat di hatam banjir.
“Warga yang dari wisatawan asing, Amerika, Australia, Hindia, China, Indonesia dan Inggris.
“Kami berharap pada pemerintah Nepal yang terbungkus oleh tanah dan lumpur agar cepat di evakuasi”, ujarnya keluarga sebut saja Jhone Award.
Menurut dia, bahwa Repost @tipisemilir.official
Banjir Bandang Dahsyat di Perbatasan Nepal-Tibet, 157 Orang Tewas dan Ratusan Turis Hilang
“Bencana dahsyat kembali mengguncang kawasan Himalaya, bentuk kejadian luar biasa”, ujarnya.
Menurut keterangan Badan Bencana, Banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet, China, setelah longsoran material batu, lumpur, dan es jatuh ke aliran sungai pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Dahsyatnya banjir membuat sedikitnya 157 orang di Nepal meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.
Yang menjadi perhatian, lebih dari 400 wisatawan dilaporkan belum ditemukan, termasuk sekitar 340 warga negara asing yang tengah berada di kawasan terdampak.
“Dari jumlah tersebut, 133 orang merupakan warga India yang sedang melakukan perjalanan ziarah”, ujarnya BUsti Nasian
Selain itu, terdapat warga Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Kanada yang juga dilaporkan hilang.
Pemerintah Nepal hingga kini masih melakukan pencarian dan evakuasi. Jumlah korban dikhawatirkan masih dapat bertambah karena sejumlah wilayah terdampak sulit dijangkau.
Bencana ini diduga bermula dari longsoran material berupa es, batu, dan lumpur di kawasan Himalaya yang kemudian masuk ke aliran sungai dan memicu banjir besar.
Pusat Penelitian Geosains Jerman atau GFZ mencatat adanya gempa berkekuatan magnitudo 4,4 sekitar tujuh menit sebelum gelombang material menerjang kawasan perbatasan.
“Analisis awal citra satelit juga menunjukkan adanya longsoran es dan batu yang kemungkinan besar membawa material dalam jumlah sangat besar ke Sungai Lhende”, katanya.
Lokasi longsoran diperkirakan berada sekitar 20 kilometer sebelah timur laut dari perlintasan perbatasan Rasuwagadhi antara Nepal dan China.
Arus banjir kemudian membawa lumpur dan bebatuan dalam jumlah besar, menerjang permukiman, kendaraan, jalan, jembatan hingga sejumlah proyek pembangkit listrik.
Rekaman kamera keamanan di wilayah China bahkan memperlihatkan warga berlarian menyelamatkan diri sebelum gelombang lumpur, batu, dan air menerjang bangunan.
Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan.
Di tengah medan yang sulit dan ancaman banjir susulan, petugas terus berupaya menemukan para korban yang masih hilang.
Bencana di kawasan Himalaya ini menjadi salah satu peristiwa banjir paling mematikan.
(Hery / end)